1 December 2021

Bogorupdate.id | Info Bogor Terkini

TNI Akan Tambah Bantuan Nakes, Percepat Vaksinasi Hingga Ke Tingkat RT dan RW

BOGORUPDATE.ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menyambut baik rencana TNI akan kembali menambah jumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk melaksanakan percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor. Hal tersebut diungkapkannya pada Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Strategi Pelaksanaan Vaksin di Kabupaten Bogor, di Ruang Serbaguna I, Gedung Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (19/10/2021).

Hadir juga pada rapat tersebut, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Sukur Hermanto, Kapolres Bogor, AKBP Harun, jajaran Forkopimda, perwakilan Lanud ATS dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.

Burhanudin mengatakan, kami menyambut baik adanya tambahan 200 Nakes yang bisa dialokasikan untuk percepatan vaksinasi di 40 kecamatan. Artinya jika dibagi rata, setiap kecamatan ada tambahan alokasi Nakes sebanyak lima orang.

“Saya minta Kepala Dinas Kesehatan perintahkan Puskesmas untuk mendata mana wilayah yang sulit untuk dijangkau vaksinasi, kita bisa terjunkan para Nakes bantuan TNI, tapi kalau yang terjangkau bisa dilaksanakan oleh Puskesmas,” kata Burhanudin.

Kemudian, lanjut Burhanudin, saya perintahkan camat untuk memaksimalkan bantuan Nakes TNI ini. Tolong fasilitasi Nakes ini selama tujuh sampai sepuluh hari, dan lima orang nakes silahkan dijemput oleh masing-masing kecamatan. Saya akan pantau perkembangannya setiap hari.

“Stok kebutuhan vaksin kita masih aman, tinggal sekarang bagaimana kita mengelola SDM-nya untuk mempercepat vaksinasi, terutama kepada sasaran yang belum menerima vaksin sama sekali,” tandasnya.

Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol. Inf. Sukur Hermanto menjelaskan, kita harus terus meningkatkan kolaborasi kita ke depan agar target vaksinasi kita dapat tercapai. TNI berencana akan memberikan bantuan Nakes sejumlah 200 orang.

“Besok mereka sudah ada di Kabupaten Bogor dan siap untuk dialokasikan ke setiap kecamatan. Kita butuh perhatian cepat untuk mengarahkan mereka ke titik yang memang memerlukan tambahan Nakes,” jelasnya.

Dandim menuturkan, saat ini secara umum para Nakes kita yang sudah ada di lapangan sudah bekerja dari pagi sampai sore, memfasilitasi masyarakat untuk menerima vaksinasi. Namun memang capaiannya masih jauh dari apa yang kita harapkan. Berdasarkan laporan di lapangan, kalau kita berharap masyarakat datang ke sentra vaksinasi, memang sulit untuk mencapai target harian.

“Dengan adanya tambahan Nakes ini diharapkan dapat mendongkrak angka dosis vaksinasi yang diberikan untuk masyarakat, karena tambahan Nakes ini diproyeksikan untuk menjangkau ke tingkat desa hingga RT dan RW,” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana menambahkan, Kabupaten Bogor masih berada di PPKM level 3, sementara untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek yang lain sudah di level 2. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah belum tercapainya sasaran vaksinasi.

“Persoalan data jumlah masyarakat yang sudah divaksin juga masih memiliki beberapa versi, dan masing-masing versi memiliki perbedaan angka. Persoalan ini akan kita segera selesaikan bersamaan dengan jalannya percepatan vaksinasi di setiap wilayah, agar sisa kurang lebih 10 minggu lagi kita punya data yang utuh, untuk mencapai target 70% pada bulan Desember,” terang Hadijana.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengungkapkan, tantangan kita semakin berat untuk mencapai target vaksinasi di Bulan Desember. Meski demikian Polri bersama TNI berkolaborasi dengan pemerintah daerah tetap semangat untuk melaksanakan percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor.

“Percepatan vaksinasi akan cepat kita laksanakan manakala kita punya data yang tepat. Jadi ketika kita punya data mulai tingkat desa hingga RT dan RW, kita bisa tentukan kebutuhan Nakes dan vaksinatornya. Jadi yang paling penting adalah data,” ungkapnnya

Kapolres Bogor menambahkan, karena dengan data, kita bisa memproyeksikan kebutuhan vaksinasinya, kemudian kita juga bisa mengetahui karakteristik wilayahnya. Dengan begitu kita tahu pendekatan apa yang bisa kita lakukan agar masyarakat mau menerima vaksin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *