Juni 15, 2024

Instrumen Investasi untuk Menyimpan Dana Pensiun

Instrumen Investasi – Menyiapkan dana pensiun merupakan hal yang sangat penting. Dengan memiliki dana pensiun yang cukup, seseorang akan mendapat jaminan keamanan finansial setelah pensiun dari pekerjaan aktif.

Dana pensiun adalah tabungan dan investasi yang di kumpulkan selama masa kerja untuk menyokong kehidupan finansial setelah pensiun. Dana pensiun dapat di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, biaya kesehatan, tagihan bulanan, dan kebutuhan lainnya saat sudah berhenti bekerja.

Untuk mengumpulkan dana ini, salah satu cara yang bisa di lakukan adalah dengan memulai investasi untuk pensiun. Lalu, apa saja instrumen investasi yang bisa di pilih untuk menyiapkan dana pensiun?

Instrumen investasi untuk dana pensiun

Di lansir dari laman Sahabat Pegadaian, berikut adalah beberapa jenis instrumen investasi yang bisa di pilih untuk menyiapkan dana pensiun.

1. Emas

Emas adalah salah satu aset berharga yang dapat di andalkan untuk investasi dana pensiun. Logam mulai ini memiliki nilai stabil dan cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Emas yang di gunakan sebagai aset investasi biasanya adalah emas batangan dengan kadar kemurnian 99,9 persen atau setara dengan 24 karat.

Nilai emas batangan 24 karat umumnya selalu naik dari waktu ke waktu, bahkan ketika terjadi krisis ekonomi global seperti resesi dan inflasi.

Emas batangan dapat di cairkan atau di uangkan dengan mudah. Kapan saja membutuhkan dana darurat, pencairan emas dapat di lakukan.

2. Saham

Instrumen investasi lain yang bisa di pilih untuk menyiapkan dana pensiun adalah saham.

Saham adalah surat yang menjadi bukti seseorang memiliki bagian modal suatu perusahaan. Dengan berinvestasi di saham, seseorang yang memiliki saham memiliki hak atas sebagian aset perusahaan.

Saham memiliki nilai yang fluktuatif dengan kenaikan dan penurunan yang tajam. Jika terjadi kenaikan nilai, maka keuntungan yang di dapat cukup besar. Namun apabila terjadi penurunan tajam, investor dapat mengalami kerugian hingga kemungkinan bangkrut.

Maka dari itu, saham biasanya di sebut sebagai aset investasi berisiko tinggi yang perlu di kelola dengan tepat agar tidak menimbulkan kerugian.

3. Deposito

Selanjutnya, instrumen investasi untuk dana pensiun yang bisa di pilih adalah deposito yang merupakan aset dengan keuntungan stabil.

Namun perlu di ketahui bahwa keuntungan yang di dapatkan dari investasi deposito tidak begitu besar dalam jangka pendek.

Apabila di investasi dalam jangka panjang, deposito bisa bernilai lebih dari nilai beli semula. Dalam hal ini, deposito bisa di bilang sebagai investasi dengan tingkat risiko rendah yang aman untuk investor pemula.

Baca juga: Apa itu Capex? Berikut Pengertian Hingga Cara Menghitungnya

4. Reksa Dana

Reksa dana juga bisa menjadi pilihan investasi dana pensiun, karena risikonya yang terbilang lebih rendah di bandingkan saham.

Pengelolaan reksa dana akan di bantu oleh manajer investasi yang merupakan manajemen profesional khusus untuk pengelolaan investasi.

Adapun sistem bungka reksa dana sendiri terbilang stabil sehingga keuntungan yang di dapatkan dalam jangka panjang pun akan cukup besar.

Yang perlu di ingat, nilai reksa dana di pengaruhi oleh naik turunnya harga dari Efek, termasuk saham, obligasi, dan surat berharga lainnya.

5. Obligasi

Obligasi merupakan jenis investasi dana pensiun yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang secara stabil. Adapun keuntungan investasi yang di berikan akan sesuai dengan persetujuan di awal pembelian.

Keuntungan atau return obligasi di berikan dalam bentuk kupon yang merupakan bunga dari penerbit obligasi, yaitu lembaga pemerintah atau pihak swasta.

Investasi dana pensiun ini berisiko cukup tinggi karena keuntungan yang di dapat bergantung pada kondisi finansial penerbit obligasi itu sendiri.

Jika penerbit mengalami kebangkrutan, maka dana serta keuntungan pun tidak bisa di berikan kembali.

6. Properti

Terakhir, instrumen investasi untuk pensiun yang bisa di mulai sejak dini adalah investasi properti. Aset berharga ini biasanya berupa rumah atau bangunan yang di sewakan.

Jadi, properti yang di jadikan aset tidak di tinggali oleh investor, melainkan di gunakan untuk menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

Properti sendiri merupakan aset yang bernilai stabil dan mengalami kenaikan setiap tahunnya sehingga keuntungan atau return yang di dapat dari investasi ini cukup besar.

Meskipun keuntungannya besar, investasi properti membutuhkan modal yang tidak sedikit. Selain biaya beli, di perlukan juga biaya perawatan yang nilainya tidak kecil.

Agar bisa mendapatkan keuntungan, properti pun perlu berada di lokasi yang strategis. Jika tidak, maka investasi tersebut akan merugi.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Tinggalkan Balasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *