Juni 25, 2024

Sidang Komite Eksekutif GOPAC – Fadli Zon

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menghadiri Sidang Komite Ekeskutif GOPAC (Global Organisation of Parliamentarians Against Corruption/organisasi parlemen world untuk melawan korupsi) di Kota Tashkent, Uzbekistan. Dalam acara tersebut Fadli konsisten menyerukan pentingnya peran parlemen yang lebih konkret khususnya didalam menolong implementasi berasal dari banyak variasi ketentuan UNCAC.

“Peran parlemen tidak hanya meratifikasi, tapi terhitung menerjemahkan ke didalam beraneka product legislasi, pengawasan pelaksanaan UNCAC, serta meyakinkan keberpihakan anggaran untuk menolong program-program pemberantasan korupsi,” ujar Fadli didalam info tercantum yang diterima Parlementaria, di Jakarta.

Mengingat referensi kebijakan anti-korupsi terhadap level regional tetap tidak cukup layaknya yang terjadi di ASEAN, Fadli menilai pentingnya konsisten memperkuat jaringan antarparlemen didalam memberantas korupsi layaknya melalui SEAPAC dan GOPAC. Berkaitan bersama dengan itu, Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 itu terhitung menyerahkan beberapa inisiatif dan rencana aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi di ASEAN yang terangkum didalam dokumen SEAPAC Regional Action Plan Proposal 2023-2025 beserta kebutuhan pendanaannya. Dokumen proposal tersebut diterima langsung dan disambut positif oleh Ketua GOPAC, yaitu Ali Bin Fetais Al Marri dan para Anggota Komisi Eksekutif lainnya.

Hasil Sidang Komite Eksekutif GOPAC

Kegiatan berikut diselenggarakan sejalan dengan penganugerahan penghargaan internasional anti-korupsi sesi ke-7 atau the 7th International Anti-Corruption Excellence Award. Fadli diundang ke acara berikut didalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden GOPAC dan Presiden Organisasi Parlemen Asia Tenggara anti Korupsi atau Southeast Asian Parliamentarians Against Corruption (SEAPAC). Bukan kali ini saja, Fadli udah teratur menghadiri acara yang digagas oleh Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani itu sejak tahun 2016.

Penganugerahan ini diselenggarakan tiap tahun oleh the Rule of Law and Anti-Corruption Center (ROLACC), sebuah organisasi nirlaba yang konsen pada isu anti-korupsi berbasis di Doha, Qatar, dan juga didukung penuh oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (United Nations Office on Drugs and Crime). Kali ini, penganugerahan berikut termasuk bekerja serupa dengan Lembaga Anti-Korupsi Republik Uzbekistan.

Baca juga: 5 Inspirasi OOTD Baju Kerja agar Semangat Bekerja

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon lebih pernah lihat langsung peresmian “patung tangan” atau Hand Statue di Pusat Kota Tashkent, Uzbekistan oleh Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani dan Presiden Republik Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev. Patung berikut merupakan simbol gerakan anti-korupsi global yang waktu ini udah dibangun di lebih dari satu kota dunia terasa dari Wina (Austria), Jenewa (Swiss), Tunis (Tunisia), Kigali (Rwanda), Doha (Qatar), dan Putra Jaya (Malaysia).

Yang terbaru, Fadli Zon termasuk melaporkan partisipasinya didalam Forum Parlemen atau the 10th Forum of Parliamentarians (FoP) yang menjadi tidak benar satu agenda tertentu dari the 10th Conference of the State Parties to UN Convention against Corruption (CoSP UNCAC), konferensi negara pihak dari konvensi PBB melawan korupsi yang diselenggarakan di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat pada 11-15 Desember 2023. Persiapan Sidang CoSP UNCAC dan FoP selanjutnya yang rencananya bakal dihelat akhir 2025 mendatang di Doha, Qatar termasuk ikut menjadi topik bahasan Sidang Komite Eksekutif GOPAC tersebut.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Tinggalkan Balasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *