Juni 15, 2024

Jangan Takut Rugi
Maret 14, 2024 admin

Jangan Takut Rugi! Ini Cara Tepat Investasi untuk Pemula

Jangan Takut Rugi – Investasi untuk pemula bisa kamu lakukan sebagai cara tepat mengelola keuangan selain menabung di bank. Melalui investasi, kamu akan dapat imbal hasil yang bisa di kumpulkan untuk dana hari tua. Oleh sebab itu, investasi bersifat jangka panjang dan konsisten. Lalu, kamu salah besar jika beranggapan bahwa investasi harus di mulai dengan nominal jutaan. Tersedia investasi modal kecil yang bisa kamu ikuti mulai dari Rp100 ribu saja, sehingga tidak perlu takut rugi. Seperti empat jenis investasi berikut ini yang jadi contoh investasi modal kecil untuk kamu coba.

Mengenal Jenis Jenis Investasi Untuk Pemula

Untuk menemukan investasi yang paling cocok, berikut ini lima jenis investasi yang bisa kamu mulai dengan modal kecil sehingga tidak perlu khawatir akan mengalami kerugian.

Emas

Harga emas cenderung stabil dan bahkan meningkat setiap saat, sehingga kamu berpotensi untung apabila berinvestasi di instrumen satu ini. Adapun modal untuk investasi emas mulai dari Rp10 ribu saja

Kamu bisa memulai dengan nominal kecil terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan nominal yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak pula. Instrumen emas terdiri dari emas fisik atau emas digital, sehingga kamu bisa sesuaikan dengan preferensi saja.

P2p Lending

Selanjutnya, ada jenis investasi p2p lending yang cocok sebagai investasi untuk pemula karena praktis serta bisa dimulai bermodalkan Rp100 ribu. Investasi ini akan mengumpulkan sejumlah dana dari investor untuk kemudian di salurkan pada borrower, atau pihak yang menerima pendanaan

Kamu akan menerima dana investasi dengan imbal hasilnya ketika masa pendanaan sudah selesai. Kelebihan dari investasi p2p lending adalah kamu bisa melakukan crowdfunding dan lebih mudah melakukan mitigasi risiko dari investasi yang di lakukan.

Baca Juga : Jenis Investasi untuk Pemula yang Paling Populer

Reksadana

Investasi pemula yang satu ini juga menjadi opsi menarik jika kamu ingin memulai investasi tapi modalnya masih minim. Sebab, reksadana menyediakan opsi berinvestasi mulai dari Rp10 ribu

Adapun alur investasinya adalah manajer investasi akan mengumpulkan dana dari sejumlah investor, lalu mengelolanya ke berbagai instrumen seperti obligasi, pasar uang, serta saham

Lebih jelasnya, manajer investasi tersebut mengukur profil risiko kamu lalu menyebar modal, atau di versifikasi, ke instrumen yang paling cocok dengan hasil dari pertimbangan profil risiko agar mendapatkan keuntungan yang optimal.

Surat Berharga Negara (SBN)

Berikutnya, ada investasi SBN (Surat Berharga Negara) yang mulai banyak di minati khusunya oleh milenial. Bukan tanpa sebab, mengingat SBN cukup mudah karena investasinya bisa kamu lakukan secara online. Adapun investasi SBN ini merupakan investasi membeli surat utang dari pemerintah. Keuntungan yang di janjikan cukup besar, bisa di atas 6%. Keamananya pun terjamin sebab di atur oleh pemerintah

Investasi SBN terdiri dari SBR (Saving Bond Ritel) dalam bentuk obligasi negara, lalu ada ORI (Obligasi Negara Ritel) dalam bentuk Surat Utang Negara untuk investor ritel, hingga sukuk tabungan dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara.

Deposito

Satu lagi investasi untuk pemula yang cocok jika kamu mencari yang untung dan rendah risiko, yaitu deposito. Opsi ini merupakan investasi jangka panjang dengan kurun waktu mulai dari 1 bulan, 3 bulan, lalu 6 bulan, hingga 1 tahun maupun 2 tahun.

Kamu bisa melihat kebijakan bank yang ingin menjadi tujuan investasi depositonya agar tahu imbal hasil yang akan didapat. Umumnya, imbal hasil di mulai dari 4% hingga 7% per tahun dengan jumlah pajak 20%, yang berlaku untuk investasi deposito di atas Rp7 juta.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Strategi Berinvestasi
November 28, 2023 admin

Strategi Berinvestasi Supaya Cuan dan Minim Risiko Kerugian

Strategi Berinvestasi, salah satu cara memenuhi tujuan keuangan dengan berinvestasi. Oleh sebab itu, tentukan terlebih dahulu, apa tujuan investasi anda? Selain itu, pilihan investasi termasuk hal penting untuk kita dapat melawan inflasi atau kenaikan harga jangka panjang. Dengan begitu, pendapatan yang di miliki saat ini bisa di optimalkan membantu persiapan pemenuhan kebutuhan masa depan.

Inflasi jangka panjang bisa menggerogoti kemampuan finansial kita di masa depan bila tidak ada antisipasi dari jauh – jauh hari. Menabung saja tidak cukup ketika imbal hasil yang di berikan hanya di bawah tren inflasi. Anda perlu menimbang untuk memulai investasi di produk investasi, supaya risiko inflasi yang mengakibatkan penurunan nilai uang dalam jangka panjang bisa di lawan.

Persoalannya, walau banyak kalangan mungkin sudah menyadari pentingnya berinvestasi, tidak sedikit pula yang ragu memulai memilih produk investasi karena kgawatir merugi. Perlu di catat, pilihan investasi memang berbeda dengan menabung. Bila seseorang menabung atau menempatkan dana di produk simpanan/tabungan di bank, ia berhak memperoleh penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama memenuhi persyaratan penjaminan.

Sebaliknya, dalam produk investasi, tidak ada penjaminan. Ada risiko kerugian penurunan nilai. Ada risiko kerugian penurunan nilai aset produk investasi hingga risiko kehilangan modal investasi. Akan tetapi, risiko itu sebanding dengan peluang tingkat investasi menguntungkan.

Namun, perlu anda ingat, risiko justru akan lebih besar bila seseorang terus menunda memulai pilihan investasi. Kebutuhan di masa depan bisa terancam tidak terpenuhi apabila tidak ada persiapan antisipasi dana jauh – jauh hari.

Jadi, jalan yang di sarankan adalah memulai berinvestasi sesegera mungkin dengan strategi yang tepat sehingga masa depan yang sejahtera dapat di siapkan dengan lebih baik.

Strategi Berinvestasi Supaya Cuan

Investasi memang memiliki risiko kerugian yang sebanding dengan peluang untungnya. investasi menguntungkan bukan hal mustahil, bila anda bisa meminimalisir risiko kerugian dengan strategi yang tepat. Berinvestasi bisa di lakukan supaya bisa cuan dengan beberapa trik utama sebagai berikut.

  1. Pertama, kenali profil risiko anda. Setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda terhadap risiko investasi (risko appetite). Secara umum, profil risiko investor terbagi dalam tiga kategori yaitu investor konservatif yang mengutamakan kestabilan imbal hasil walaupun rendah dan tidak nyaman dengan fluktuasi pasar yang tajam, serta enggan menanggung kerugian apalgi sampai kehilangan modal investasi.

    Lalu, ada investor moderat yang masih bisa menoleransi volatilitas pasar dan bersedia menanggung risiko kerugian di level tertentu serta ingin mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

    Terakhir adalah investor agresif yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal serta bersedia menanggung risiko kerugian besar, ia tidak keberatan dengan volatilitas tajam. Anda bisa mengetahui profil risiko sebagai investor melalui kuesioner yang wajib di isi sebagai persyaratan sebelum melakukan investasi.

    Baca juga : IHSG Bakal Menguat, Berikut Rekomendasi Saham Hari ini

  2. Kedua, sesuaikan time horizon investasi dan tujuan keuangan. Apabila tujuan penggunaan dana masih lama, misalnya di atas 10 tahun, itu berarti time horizon investasi anda adalah jangka panjang.

    Dengan begitu, anda bisa menimbang penempatan investasi di instrumen yang berpotensi memberi cuan maksimal dalam jangka panjang. Demikian juga sebaliknya bila target penggunaan dana adalah jangka pendek atau dalam waktu dekat, strategi berinvestasi adalah memutuskan pilihan investasi di instrumen yang lebih likuid serta risikonya rendah.

  3. Ketiga, pilih produk investasi sesuai tujuan keuangan. Misalnya, bila di tujukan untuk menyiapkan kebutuhan dana pensiun yang masih lama, 20 tahun lagi misalnya, strategi yang di sarankan adalah berinvestasi di instrumen yang secara historis tumbuh tinggi dalam jangka panjang. Misalnya, saham atau reksa dana saham.

Menerapkan strategi bisnis berinvestasi menjadi hal penting agar anda bisa mewujudkan hidup sejahtera. Supaya upaya itu bisa berjalan lancar, ada baiknya anda lebih dulu memastikan keuangan pribadi sudah cukup memiliki bantalan, melalui kecukupan dana darurat, dan pemenuhan kebutuhan proteksi asuransi.

Berinvestasi untuk future spending sebaiknya di lakukan memakai uang dingin (disposable income) di mana ketika terjadi kerugian, keuangan pribadi anda tidak terganggu. Jadi, pastikan anda sudah memiliki memenuhi kebutuhan proteksi dasar seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, serta dana darurat untuk membantu anda ketika terjadi kebutuhan mendadak dan saat pendapatan tersendat. Siapkan setidaknya tiga kali jumlah pengeluaran rutin bulanan sebagai emergency fund.

Minimalisir Risiko Dengan Memiliki Proteksi

Menyadari bahwa setiap investasi memiliki resiko, maka manajemen risiko yang baik sangat penting dalam strategi berinvestasi. Selain risiko investasi, kita pun perlu mempertimbangkan faktor risiko kehidupan. Misalnya, jika timbul penyakit kritis yang menguras biaya besar atau menghilangkan pendapatan. Maka investasi yang kita miliki pun akan terganggu, bahkan terancam untuk terhenti.

Oleh sebab itu, proteksi asuransi mutlak di butuhkan, untuk membantu anda mengelola segala risiko finansial dan risiko kehidupan.

Share: Facebook Twitter Linkedin